Ladang Proyek Elon Musk di RI, Peluncuran SpaceX hingga Tesla

Ladang Proyek Elon Musk di RI, Peluncuran SpaceX hingga Tesla – Sejumlah kerjasama tengah dijajaki Indonesia dengan perusahaan besutan Elon Musk, seperti Tesla dan SpaceX.

Mulai dari peluncuran roket Satria menggunaka roket SpaceX pada 2023, tawaran agar roket SpaceX diluncurkan dari bandar antariksa di Biak, Papua, hingga tawaran agar pabrik mobil listrik Tesla berinvestasi di Indonesia.

Ladang Proyek Elon Musk di RI, Peluncuran SpaceX hingga Tesla

Ladang Proyek Elon Musk di RI, Peluncuran SpaceX hingga Tesla

Berikut sejumlah potensi kerjasama Indonesia dengan perusahaan besuta Elon Musk itu.

1. Pakai roket SpaceX

Indonesia akan meluncurkan satelit internet cepat (broadband) yang dinamakan Satria pada 2023. Ini adalah satelit internet cepat keempat di dunia.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso sempat membeberkan alasan Indonesia lebih memilih menggunakan roket Falcon 9 buatanSpaceXmilik Elon Musk daripada roket buatan China untuk meluncurkanSatelit Satriake orbit.

Roket China tidak dipilih karena ada masalah perang dagang negara-negara Barat terhadap China. Di sisi lain, PSN telah memutuskan untuk bekerja sama dengan Thales Alenia Space asal Prancis untuk memproduksi satelit Satria.

“Waktu kita adakan tender ke roket, sebetulnya ada empat, termasuk dari Rusia dan China. Tapi ada embargo barat terhadap pemakaian roket China, jadi tidak dipilih,” kata Adi dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu (3/9).

Ladang Proyek Elon Musk di RI, Peluncuran SpaceX hingga Tesla

Kemudian Adi mengatakan roket Rusia banyak yang gagal terbang. Akhirnya ada dua pilihan roket untuk Satria, yaitu roket Arian milik European Space Agency (ESA) dan Falcon milik SpaceX.
Adi kemudian mengatakan PSN memilih roket Falcon 9 buatan SpaceX untuk mengantarkan Satelit Satria ke orbit.
“Keduanya punya reputasi baik sehingga kita pakai SpaceX yang pernah pakai juga di satelit Nusantara 1. Kita ingin berikan yang terbaik,” kata Adi.

Satelit Nusantara Satu merupakan Satelit Broadband pertama Indonesia yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar untuk memberikan layanan akses broadband ke seluruh wilayah Indonesia.

2. Luncurkan roket di Bandar Antariksa Papua

Presiden Jokowi beberapa waktu lalu meminta Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) untuk meluncurkan roket di Bandar Antariksa yang sedang dibangun di Biak, Papua.

Sebab, Indonesia dinilai negara yang paling strategis untuk meluncurkan roket, misalnya membawa satelit ke luar angkasa karena berada di garis khatulistiwa.

Kelebihan itu akan membuat roket lebih mudah mencapai ke orbit jika diluncurkan dari garis khatulistiwa. Selain itu, juga akan membuat biaya peluncuran menjadi lebih efisien. Biak potensial untuk dijadikan bandara antariksa karena sangat dekat dengan garis khatulistiwa, yakni -1.

Selain tiu, Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengatakan peluncuran dekat ekuator juga akan menurunkan biaya peluncuran.

“Biaya peluncuran roket SpaceX akan lebih rendah karena satelitnya tidak perlu bermanuver untuk menyesuaikan orbitnya ke ekuator,” ujar Jodi melansirAFP.
3. Investasi Tesla

Presiden Joko Widodo saat berkomunikasi lewat telepon dengan Elon Musk pada Jumat (11/12). Dalam pembicaraan itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Perbincangan utama antara Jokowi dan Elon Musk sejatinya menyangkut investasi Tesla di Indonesia. Perusahaan mobil listrikitu dikabarkan mengincar cadangan nikel yang besar di Indonesia, komponen utama baterainya. Elon Musk bahkan diklaim akan mengirim timnya ke Indonesia untuk menjajaki peluang kerjasama pada Januari 2021.

Menanggapi undangan dari Jokowi, Musk dikabarkan akan mengirimkan timnya ke Indonesia pada Januari 2021 untuk menjajaki semua peluang kerja sama tersebut.