Daftar Presiden Dunia Pakai Telegram Imbas Kasus Whatsapp

Daftar Presiden Dunia Pakai Telegram Imbas Kasus Whatsapp – Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov tunjukkan sejumlah kepala negara dunia kini menjadi pengguna Telegram imbas persoalan Whatsapp.

Daftar Presiden Dunia Pakai Telegram Imbas Kasus Whatsapp

daftar-presiden-dunia-pakai-telegram-imbas-kasus-whatsapp

officialauthenticbearsstore.com – Pada Kamis (14/1) malam, lewat akun formal di Telegram, Durov menginformasikan dua orang presiden yang menjadi pengguna baru Telegram.

Kedua presiden itu join sehabis postingan terakhirnya tentang kenaikan jumlah pengguna di dalam lebih dari satu saat terakhir.

“Sejak posting paling akhir saya, masuknya pengguna baru ke Telegram judibolalive99 secara besar-besaran jadi cepat. Kita bisa saja lihat migrasi digital terbesar di dalam peristiwa manusia,” ujar Durov lewat akun Telegram miliknya.

“Mengikuti fenomena world ini, dua presiden memulai saluran Telegram,” ujarnya.

Durov membeberkan dua presiden yang baru menjadi pengguna telegram adalah Presiden Brasil Jair Bolsonaro (@jairbolsonarobrasil) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (@RTErdogan).

Kehadiran Bolsonaro dan Erdogan, kata Durov tingkatkan panjang daftar kepala negara yang memanfaatkan aplikasi buatannya.

Sebelumnya, kepala negara yang udah memanfaatkan Telegram, antara lain;
– Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (@PresidenteAMLO),
– Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (@leehsienloong).
– Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (@V_Zelenskiy_official),
– Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev (@shmirziyoyev),
– Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (@iingtw),
– Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed (@AbiyAhmedAliofficial), dan
– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (@bnetanyahu).

Durov berkata seluruh presiden itu merupakan akun terverifikasi gara-gara menampilkan isyarat centang biru di daftar obrolan dan hasil pencarian pengguna.

Lebih lanjut, Durov mengaku amat terhormat bersama para pemimpin politik sampai banyak organisasi publik gara-gara memanfaatkan Telegram. Dia mengklaim Telegram, mampu diandalkan untuk memerangi informasi yang tidak benar dan menyebarkan kesadaran tentang persoalan mutlak di dalam penduduk mereka.

Tidak seperti jaringan lain, Durov mengklaim Telegram tidak memanfaatkan algoritma non transparan untuk mengambil keputusan apakah pelanggan akan lihat konten langganan mereka atau tidak.

“Akibatnya, saluran Telegram adalah salah satu langkah segera bagi para pemimpin untuk membuka secara andal bersama audiens mereka,” ujarnya.

Durov menambahkan Telegram memulihkan transparansi dan integritas komunikasi ‘satu-ke-banyak’ publik bersama menghapus algoritma manipulatif yang udah menjadi persis bersama platform teknologi 2010-an.

Sebelumnya, Durov menyampaikan pengguna aktif Telegram udah raih lebih berasal dari 500 juta. Sebanyak 25 juta pengguna diklaim join cuma di dalam saat 72 jam.

Kenaikan jumlah pengguna Telegram yang signifikan tak lepas berasal dari efek kebijakan privasi baru WhatsApp. Selain menghimpun data khusus pengguna, kebijakan baru itu mampu sebabkan data pengguna dimiliki dan digunakan Facebook.